Kamis, 07 Agustus 2014

ONYC UNTUK TIANG MASTER BERLAMPU

Sebelum berbicara tentang pedestal atau yang  biasa disebut tiang master, saya ulas sekelumit tentang medianya dulu yaitu dari onik. Onik atau dalam bahasa Inggris disebut Onyc adalah batu marmer yang tembus cahaya.  Sementara dalam banyak kamus bahasa onyc diartikan batu akik. Banyak sekali macam warna batu onyc, mulai dari yang warna kuning, hijau, merah muda atau pink, dan putih. Memang untuk pencahayaan, warna kuning memiliki tingkat terang yang lebih, bila dibanding warna hijau dan putih yang terkesan redup. Kualitas onyk ditentukan warna dan mulus tidaknya sebuah onyc. Juga corak atau urat onyk. Ada yang polos dengan sedikit corak, ada pula yang terkesan rame coraknya. Gambar pedestal di bawah adalah memakai Swedian onyc yang berwarna kuning dengan corak urat putih sporadis menyerupai awan. Pedestal berlampu yang ada di rumah Ibu Fenny yang ada di Grand Wisata Bekasi ini merupakan pengalaman pertama dalam pembuatan pedestal berlampu dan Alhamdulillah menjadi pola dan contoh dalam pembuatan pembuatan pedestal berlampu berikutnya. Dengan diametir tiang yang mendekati  0,5 meter dan tinggi  tidak lebih 1,10 meter, menjadikan tiang master ini benar benar dalam ukuran yang tepat. Pencahayaan pedestal tsb berasal dari sebuah ball lamp yang tepat berada pada fiting yang tertanam pada tengah tengah dasar dari pedestal tsb. Gambar itu diambil pada saat siang hari dan ternyata bias sinarnya bisa terlihat nyata, dan wkt dihidupkan pada malam hari sinarnya mampu menerangi sekitarnya. Pembaca pasti bertanya apakah pedestal tsb tidak panas apabila dinyalakan terus menerus dan bagaimana mengganti lampunya bila putus. Pemasangan lampu yang ada di tengah  tengah bagian dalam pedestal membuat jarak lampu dan pedestal tidak berdekatan jadi tidak terasa panas samasekali. Hangatpun tidak. Kalaupun ada energi panas pasti bisa keluar lewat lubang lubang yang ada pada sisi sisi marmer yang berbentuk kelopak daun karena memang didesain sedemikian rupa sehingga tidak tertutup full. Dan rongga sirkulasi itu tidak akan bisa terlihat karena berada di bawah onik setengah lingkaran yang berbentuk seperti belahan semangka tersebut. Dan apabila terjadi putus lampu cukup mengangkat mahkota tiang tersebut maka anda dengan mudah bisa mengganti ball lamp yang putus tadi. Walaupun mahkota tiang bisa diangkat dan diputar, tapi mahkota tsb tidak akan bisa jatuh karena didesain ada sistem kunci di dalamnya. Anda tertarik untuk memasang pedestal di rumah anda ? Contact me at 0821 10 435 199. ★★★★★

Minggu, 29 Juni 2014

HANDRAIL dari MARMER PORTORRO GOLD

Setelah tulisan yg lalu tentang handrail dari marmer Rosso Alicante, sekarang saya mau mengulas handrail dari marmer Portorro Gold. Spesifikasi yg khusus dari marmer jenis ini adalah warna hitam dengan corak kuning. Corak kuningnya ada yg rapat dan membentuk alur kecil, ada juga yg jarang jarang sporadis dan tidak begitu membentuk alur juga coraknya besar besar ( katanya yg ini lebih mahal dari yg bercorak kecil yg membentuk alur ), dan ada juga yg bercorak besar besar seperti loreng harimau. Gambar di atas adalah contoh handrail dari marmer Portorro Gold  wyg saya bikin di rumah Bpk Erwin dan Ibu Imelda di perumahan Manyar - Pantai Indah Kapuk - Jakarta. Panjangnya lebih dari 100 meter, dan saya kira merupakan handrail marmer terpanjang di dunia yg memakai satu jenis marmer. Pedestal atau tiang masternya juga memakai marmer sejenis yg saya ketemukan urat atau coraknya. Saya kira sekian dulu tentang marmer Portorro Gold, dan insyaAllah tulisan berikutnya tentang tiang master atau pedestal. Terimakasih....

HANDRAIL dari MARMER ROSSO ALICANTE

Ini adalah contoh marmer Rosso Alicante yang digunakan untuk pegangan tangga atau yg biasa disebut handrail. Memang dari banyak jenis marmer yg biasa dipakai untuk handrail, Rosso Alicante ini mampu menghadirkan nuansa kemewahan yang luar biasa. Warna marmernya yg cerah memberi kesan nyaman dipandang, jauh dari kesan muram. Proses pembuatannya memang agak lama tergantung panjang pendeknya handrail tsb, juga tergantung dari bentuk atau pola profilannya. Kalau polanya rumit pasti lebih lama dibanding pola yg sederhana atau minimalis. Dan yg agak mengganggu dalam proses pembuatannya adalah debunya karena waktu proses pembuatannya pakai mesin gerinda yg memang tidak memakai air. Tapi itu memang sebuah proses atau tahapan pembuatan yg memang harus dilalui. Tetapi setelah proses itu selesai, yg kita rasakan adalah KEPUASAN. Membicarakan tentang marmer memang tiada habisnya, dan sekian dulu ulasan tentang marmer Rosso Alicante. Tulisan berikutnya insyaAllah membahas jenis marmer lain.